Rabu, 06 April 2016

Problema Selain Sistem

Indonesia, negara hujan tropis yang sangat terkenal dan merupakan paru-paru dunia adalah salah satu negara berkembang yang menerapkan sistem pemerintahan Presidensial, yang dipimpin oleh presiden dan wakil presiden melalui pilihan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Kemajuan teknologi di dunia juga menyebabkan lahirnya generasi Indonesia melek gadget berlebihan. Dengan keadaan seperti ini, apakah Indonesia kedepannya akan mendapat sebuah perubahan yang baik ataukah buruk, karena pesatnya perkembangan teknologi yang sangat susah dibendung dewasa ini.

E, iya, lupa. Bagaimana kabarnya dengan dengan sistem pemerintahan Indonesia? Sepertinya sudah berada di ujung tanduk. Itulah, didukung dengan kasus korupsi dari barat ke timur dari pegawai esek-esek sampai anggota dewan yang dermawan.

Lantas apa yang harus dilakukan dengan sistem pemeirntahan Indonesia sekarang ini. Apakah kita harus kembali di zaman orde baru, dimana kita melakukan demo besar besaran untuk menurunkan jabatan seorang Soeharto demi mewujudkan revolusi menuju masa reformasi. Apakah hasil dari kejadian tersebut akan membuat Indonesia menjadi lebih baik jika keadaan sekarang ini seperti ini. Kalianlah yang menilainya.

Sekedar untuk mengingatkan, sejarah Indonesia pernah menerapkan sistem pemerintahan Quasy Parlementer yaitu “bentuk pemerintahan parlementer namun tidak menerapkan seluruhnya”. Bentuk pemerintahan ini diterapkan pada tahun 1949-1950 dan saat Indonesia masih merupakan negara serikat dengan konstitusi RIS. Lalu di lanjutkan dengan sistem Parlementer sekitar 9 tahun dan  akhirnya kembali menjadi sistem pemerintahan Presidensial lagi.
Hal ini sudah menunjukkan bahwa sistem Parlementer pun atau hanya sekedar Quasy Parlementer tidak akan berpengaruh besar jika orang-orangnya tidak ingin melakukan perubahan kearah yang lebih baik. Maka apapun sistemnya jika komponen-komponen pemerintahan sampai masyarakatnya tidak turun langsung untuk memuwujudkan Indonesia yang lebih baik, hasilnya tidak akan mengubah apa-apa.

Muhammad Rizki
B 501 15 138


1 komentar: