Rabu, 26 Oktober 2016

Teknologi Komunikasi

MUHAMMAD RIZKI
B501 15 138

Pada kesempatan ini saya berjumpa dengan salah sorang Freelancer yang sekaligus owner dari Butawarna Graphic House yang bernama Taufiqurahman.


1. Sebagai seorang desainer grafis Jenis teknologi apa saja yang anda sering gunakan? Atau bahkan yang nanti kedepan nya anda butuhkan?

Jawaban : Komputer atau Laptop dengan spesifikasi memadai, dan software grafis. 


2. Bagaimana fungsi teknologi dalam keseharian pekerjaan anda?

Jawaban : Teknologi adalah kebutuhan 'primer' dalam hal pekerjaan saya, karena pekerjaan desain grafis saat ini, walaupun pada prosesnya bisa saja tidak menggunakan komputer, yaitu dengan teknik manual dan freehand, namun tetap saja metode akhir yang digunakan adalah digital. 

3. Seberapa penting teknologi dalam pekerjaan anda?

Jawaban : penting sekali. 

4. Apa manfaat yang bisa anda dapatkan dengan teknologi saat ini?

Jawaban : memudahkan dan memberikan hasil yang maksimal untuk pekerjaan yang saya lakukan.



 Jadi, pada akhirnya hampir semua pekerjaan  dizaman sepertii ini sangat membutuhkan teknologi komunikasi dalam penerapanya.

Kamis, 16 Juni 2016

KENAPA STEKER/COLOKAN MATANYA 2/3?

Seperti yang kita ketahui atau yang pernah lihat colokan/steker hanya mempunyai dua atau tiga mata saja.  Bukan  satu atau empat sekalipun. Apakah kita pernah berpikir mengapa hal itu bisa terjadi? Mari kita pecahkan!

Singkatnya Pada colokan atau steker terdiri dari konduktor dan deduktor, dimana konduktornya adalah kawat atau tembaga dan deduktornya adalah plastik. Colokan/steker dua dan tiga mata mempunyai unsur yang sama yaitu bagian netral(-), line(+), dan E (earth). Hal ini menunjukan bahwa dua atau tiga mata sama saja yang  membedakan pada dua mata bagian earthnya di buat lebih minimalis dan  melekat kecil tepat di antara mata colokannya.

Sangat rumit bila dijelaskan, karena pada hakikatnya kita mesti mengetahui apa-apa saja soal ke-listrikan sebelum kita mencari tahu lebih jelas soal ini. Akan tetapi sebagai mahluk yang pernah membuat instalasi sendiri akan mengetahui soal kabel listrik yang mempunyai unsur positif dan negatif, dan jika kedua kabel itu menyatu maka akan terjadi konsleting. Tak jarang juga kita lebih memberikan kesempatan orang lain untuk menginstalasi soal ini karena masih tabu dan takut soal konsleting.

Lalu apakah dengan penjelasan singkat ini kita akan paham betul? Saya rasa kita masih dan harus mempelajari segala sesuatu yang dekat dengan kita bahkan colokan atau steker sekalipun. Agar kedepannya kita tidak hanya tahu menggunakannya tapi kita akan tau apa kegunaannya sebenarnya. Terima kasih.


Creative Writing (Ilmu Komunikasi UNTAD 2016) 

Muhammad Rizki

B 501 15 138

Kamis, 21 April 2016

Politik Dan Teori Komunikasi


            Lasswel’s Model, sebagai anak Ilmu Komunikasi sudah sepantasnya kita mengenal seorang tokoh politik yang tiba-tiba memberikan sebuah teori tentang komunikasi dan menjadi bapak komunikasi. “Who says what in which channel to whom with what effect” Siapa yang mengatakan apa melalui apa kepada siapa dan mempunyai pegaruh apa. Pengertian yang sangat mudah dicerna dan sangat berpengaruh kepada setiap mahasiswa Ilmu Komunikasi.
            Pada tulisan ini penulis akan mencoba melihat model ini dari perspektif asal seorang Harold D. Laswell yaitu ilmu politik. Langsung kepada teori Laswell, sebagai permulaan dalam teorinya iya menuliskan kata “Who” tepat diawal kalimat yang berarti “siapa” . Siapa pelakunya, siapa pelaku politik yaitu aktor aktor politik itu sendiri yang sedari awal  mencelupkan dirinya di ranah lingkup politik. Maka layaknya seorang aktor ia diharapkan bisa memerankan jabatannya nanti dengan baik dan benar, tidak banyak improvisasi yang malah membuat banyak kasus korupsi.
            Selanjutnya “What” yang berarti “Apa/Pesan” disini dimaksudkan adalah pesan politiknya. Setelah aktor politik terjun di sebuah dunia politik akankah ia berarti jika tidak pernah menyampaikan pesan-pesan politiknya demi kemajuan dan kepentingan partainya hingga kepentingan pribadinya. Realita dimana pesan politik dijadikan sebagai alat tipu daya  kepada masyarakat demi harta, tahta, dan Wanita. Keji.
            “Channel” atau media dalam dunia politik ialah sebuah rumah berlindung dan bersandingnya para aktor salah satunya ialah partai politik. Kemudian dilanjutkan dengan pengendalian-pengendalian terhadap media massa atau cetak dari partai politiknya bahkan di negara Indonesia sendiri partai politik banyak menjadi penopang hidup sebuah media yang berdiri tepat dibelakang media. Entah karena sudah tidak adanya orang-orang yang peduli dengan kemurnian media sebagai sarana penyebar informasi atau memang karena sudah jamannya.
            Lalu “whom” yang berarti siapa dan merupakan sebuah objek dalam komunikasi. Dalam penerapannya ilmu politik menempatkan masyarakat sebagai objek dari pesan-pesan aktor yang bersandang dari rumah politiknya. Menghasut,  membodohi merupakan beberapa kejadian yang sudah jelas-jelas terjadi dimasyarakat karena keserakahan ego para aktor politik demi kemajuan dan kesejahteraan pribadi.
            Dan yang terakhir adalah “ Effect” yang berarti pengaruh atau dampak yang sudah jelas menjadi sebuah tujuan dan keinginan dari kehidupan berpolitik. Sejauh mana pengaruh  dari sebuah partai tergantung dari cara delivery para aktornya yang sudah ditugaskan dan  diamanahkan oleh ego partai. Menanamkan ideologi dengan cara-cara aneh seperti memutarkan lagu kebangsaan sebuah partai di dalam satu channel milik pribadi demi keuntungan pribadinya lagi. Ironi.

           


Rabu, 06 April 2016

Problema Selain Sistem

Indonesia, negara hujan tropis yang sangat terkenal dan merupakan paru-paru dunia adalah salah satu negara berkembang yang menerapkan sistem pemerintahan Presidensial, yang dipimpin oleh presiden dan wakil presiden melalui pilihan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Kemajuan teknologi di dunia juga menyebabkan lahirnya generasi Indonesia melek gadget berlebihan. Dengan keadaan seperti ini, apakah Indonesia kedepannya akan mendapat sebuah perubahan yang baik ataukah buruk, karena pesatnya perkembangan teknologi yang sangat susah dibendung dewasa ini.

E, iya, lupa. Bagaimana kabarnya dengan dengan sistem pemerintahan Indonesia? Sepertinya sudah berada di ujung tanduk. Itulah, didukung dengan kasus korupsi dari barat ke timur dari pegawai esek-esek sampai anggota dewan yang dermawan.

Lantas apa yang harus dilakukan dengan sistem pemeirntahan Indonesia sekarang ini. Apakah kita harus kembali di zaman orde baru, dimana kita melakukan demo besar besaran untuk menurunkan jabatan seorang Soeharto demi mewujudkan revolusi menuju masa reformasi. Apakah hasil dari kejadian tersebut akan membuat Indonesia menjadi lebih baik jika keadaan sekarang ini seperti ini. Kalianlah yang menilainya.

Sekedar untuk mengingatkan, sejarah Indonesia pernah menerapkan sistem pemerintahan Quasy Parlementer yaitu “bentuk pemerintahan parlementer namun tidak menerapkan seluruhnya”. Bentuk pemerintahan ini diterapkan pada tahun 1949-1950 dan saat Indonesia masih merupakan negara serikat dengan konstitusi RIS. Lalu di lanjutkan dengan sistem Parlementer sekitar 9 tahun dan  akhirnya kembali menjadi sistem pemerintahan Presidensial lagi.
Hal ini sudah menunjukkan bahwa sistem Parlementer pun atau hanya sekedar Quasy Parlementer tidak akan berpengaruh besar jika orang-orangnya tidak ingin melakukan perubahan kearah yang lebih baik. Maka apapun sistemnya jika komponen-komponen pemerintahan sampai masyarakatnya tidak turun langsung untuk memuwujudkan Indonesia yang lebih baik, hasilnya tidak akan mengubah apa-apa.

Muhammad Rizki
B 501 15 138


Rabu, 11 Februari 2015

PKN " PERS "

Buat temen" yang butuh ini :v




















1.Pers sebagai sarana aspirasi masyarakat serta berfungsi sebagai
kontrol atas ketiga pilar(legislati,yudikatif,eksekutif) 
dan melandasi kinerjanya dengan check and balance.

2.Karena Pers mempunyai 3 kewajiban  yang harus diperhatikan :
1. Menjunjung tinggi kebenaran
2. Wajib menghormati privacy orang atau subyek tertentu
3. Wajib menjunjung tinggi prinsip bahwa apa yang 
diwartakan atau diberitakan dapat dipertanggungjawabkan

 serta tetap bebas dan bertanggung jawab sesuai UU No. 40 thn 1999

3.Pada umumnya negara barat menganut sistem liberalisme dimana pers 
  Tidak lagi dikontrol langsung oleh penguasa melainkan pembacanya ,
  Sedangkan Negara berkembang masih banyak menganut sistem komunis 
  dimana pers masih sangat bnyak di pengaruhi oleh penguasa serta di
  kontrol oleh penguasa-penguasa itu sendiri.



4.1) Pemberitaan bebas mengulas suatu masalah Ilmu pengetahuan dan tehnologi 
serta pengetahuan dan informasi lainnya kepada masyarakat umum
  2) Munculnya berbagai bentuk media masa seperti internet 
dan lain-lain.
  3) Terbitnya berbagai mass media baik cetak 
audio maupun audio visual,
  4) Tiap-tiap individu secara bebas dapat menyampaikan 
pendapatnya melalui media masa .
  5) Memberikan kesempatan tiap individu untuk mencoba berani bagi yang ingin mencoba bisnis dalam mass media terbukti munculnya produksi media baru Terbit, 
Adil dan lain-lain serta membuka lapangan pekerjaan.  

5. PERS LIBERAL
Teori pers liberal merupakan perkembangan dan reaksi terhadap teori pers sebelumnya,
Dalam teori ini, pers merupakan sarana penyalur suara nurani rakyat. 
 Pers bukanlah alat kekuasaan pemerintah. Pers harus bebas dari kendali pemerintah dan kebebasan berekspresi mesti dilindungi. 
Dengan demikian, sensor dipandang sebagai tindakan inkonstitusional terhadap kemerdekaan pers.

Krisna Harahap menjelaskan bahwa menurut konsep libertarian, pers mempunyai tugas sebagai berikut.
1) Melayani kebutuhan kehidupan ekonomi (iklan).
2) Melayani kebutuhan kehidupan politik.
3) Mencari keuntungan (demi kelangsungan hidupnya).
4) Menjaga hak warga Negara.
5) Memberi hiburan.

Berikut ciri-ciri pers yang merdeka (libertarian).
1) Publikasi bebas dari setiap penyensoran pihak ketiga.
2) Penerbitan dan pendistribusian terbuka bagi setiap orang tanpa memerlukan izin atau lisensi.
3) Kecaman terhadap pemerintah, pejabat, atau partai politik tidak dapat dipidana.
4) Tidak ada kewajiban memublikasikan segala hal,
5) Publikasi kesalahan dilindungi sama halnya dengan publikasi kebenaran dalam hal-hal yang berkaitan dengan opini dan keyakinan.
6) Tidak ada batasan hukum terhadap upaya pengumpulan informasi untuk kepentingan publikasi.
7) Wartawan mempunyai otonomi professional dalam organisasi mereka.


PERS KOMUNIS
 Teori pers ini berfungsi sebagai alat untuk melakukan indoktrinasi massa.

\ pers harus menjadi suatu collective propagandist, collective agitation, dan collective organizer 
(organ yang menyuarakan propaganda, hasutan dan mengorganisasikan kelompok).

Ciri-ciri dari teori ini.
1) Media berada di bawah pengendalian kelas pekerja, karenanya melayani kepentingan kelas tersebut.
2) Media tidak dimiliki secara pribadi.
3) Masyarakat berhak melakukan sensor dan tindakan hokum lainnya untuk mencegah atau menghukum setelah terjadinya peristiwa, publikasi yang bersifat antimasyarakat.
4) Pers merupakan alat Negara atau partai komunis yang berkuasa.
5) Pers harus tunduk kepada pemerintah dan mendapat kontrol dari pemerintah/partai komunis yang berkuasa.
6) Pers diizinkan memuat kritikan pada media massa selama tidak mengkritik ideologi komunisme.
7) Pers berfungsi sebagai alat indoktrinasi massal dalam propaganda.
8) Pers merupakan satu-satunya alat yang dapat membantu pemerintah berinteraksi dengan kelas pekerja (buruh).