Lasswel’s Model, sebagai anak Ilmu
Komunikasi sudah sepantasnya kita mengenal seorang tokoh politik yang tiba-tiba
memberikan sebuah teori tentang komunikasi dan menjadi bapak komunikasi. “Who
says what in which channel to whom with what effect” Siapa yang
mengatakan apa melalui apa kepada siapa dan mempunyai pegaruh apa. Pengertian
yang sangat mudah dicerna dan sangat berpengaruh kepada setiap mahasiswa Ilmu Komunikasi.
Pada tulisan ini penulis akan
mencoba melihat model ini dari perspektif asal seorang Harold D. Laswell yaitu
ilmu politik. Langsung kepada teori Laswell, sebagai permulaan dalam teorinya
iya menuliskan kata “Who” tepat diawal kalimat yang berarti “siapa”
. Siapa pelakunya, siapa pelaku politik yaitu aktor aktor politik itu sendiri
yang sedari awal mencelupkan dirinya di
ranah lingkup politik. Maka layaknya seorang aktor ia diharapkan bisa
memerankan jabatannya nanti dengan baik dan benar, tidak banyak improvisasi
yang malah membuat banyak kasus korupsi.
Selanjutnya “What”
yang berarti “Apa/Pesan” disini dimaksudkan adalah pesan politiknya. Setelah aktor
politik terjun di sebuah dunia politik akankah ia berarti jika tidak pernah
menyampaikan pesan-pesan politiknya demi kemajuan dan kepentingan partainya
hingga kepentingan pribadinya. Realita dimana pesan politik dijadikan sebagai
alat tipu daya kepada masyarakat demi
harta, tahta, dan Wanita. Keji.
“Channel” atau media
dalam dunia politik ialah sebuah rumah berlindung dan bersandingnya para aktor salah
satunya ialah partai politik. Kemudian dilanjutkan dengan pengendalian-pengendalian
terhadap media massa atau cetak dari partai politiknya bahkan di negara
Indonesia sendiri partai politik banyak menjadi penopang hidup sebuah media
yang berdiri tepat dibelakang media. Entah karena sudah tidak adanya
orang-orang yang peduli dengan kemurnian media sebagai sarana penyebar
informasi atau memang karena sudah jamannya.
Lalu “whom” yang
berarti siapa dan merupakan sebuah objek dalam komunikasi. Dalam penerapannya
ilmu politik menempatkan masyarakat sebagai objek dari pesan-pesan aktor yang
bersandang dari rumah politiknya. Menghasut, membodohi merupakan beberapa kejadian yang
sudah jelas-jelas terjadi dimasyarakat karena keserakahan ego para aktor politik
demi kemajuan dan kesejahteraan pribadi.
Dan yang terakhir adalah “ Effect”
yang berarti pengaruh atau dampak yang sudah jelas menjadi sebuah tujuan dan
keinginan dari kehidupan berpolitik. Sejauh mana pengaruh dari sebuah partai tergantung dari cara
delivery para aktornya yang sudah ditugaskan dan diamanahkan oleh ego partai. Menanamkan
ideologi dengan cara-cara aneh seperti memutarkan lagu kebangsaan sebuah partai
di dalam satu channel milik pribadi demi keuntungan pribadinya lagi. Ironi.